Home » News » Fenomena Hujan dan Transportasi

Fenomena Hujan dan Transportasi

March 2013
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 61,351 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 11 other followers

Top Rated

Sumber: http://atmaja.staff.umy.ac.id/

Beberapa bulan belakangan ini, hujan menguyur lebat hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, beberapa dari even hujan tersebut, disertai dengan tiupan angin yang kencang dengan intensitas curha hujan yang tinggi, sehingga kejadian pohon tumbang dan banjir menjadi fenomena yang sering dialami saat ini. Musim hujan yang datang pun mempengaruhi pola perjalanan transportasi baik darat, udara maupun air (sungai dan laut). Sering menyaksikan dan mungkin bahkan mengalami sendiri, apabila kita menggunakan transportasi udara (pesawat terbang) yang mengudara pada cuaca yang kurang baik (turbulen) sehingga sedikit banyak menganggu kenyamanan, atau bahkan bisa menyebabkan jadwal keberangkatan penerbangan tertunda (delay) akibat cuaca yang kurang baik.

Demikian juga untuk transportasi laut (dan sungai) yang harus berlayar pada cuaca yang kurang baik (hujan disertai angin), yang menyebabkan perjalanan kapal menjadi lebih lambat (perlahan) dari kecepatan normal. Hal itu pun, juga terjadi pada transportasi darat, baik itu menggunakan kendaraan/angkutan jalan raya maupun angkutan kereta api. Musim hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi dan berdurasi lama, menyebabkan berbagai hambatan dalam perjalanan darat. Untuk itu, kita perlu melakukan langkah-langkah persiapan dan kewaspadaan ketika berkendaraan pada ditengah hujan supaya perjalanan kita dapat berlangsung dengan aman. Beberapa catatan yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Periksalah kondisi ban dan lampu secara teratur

Tekanan ban yang sesuai dengan standar kendaraan dan kondisi tapak ban (kembangan) yang baik akan menjaga laju kendaraan dari bahaya selip (tergelincir) maupun aquaplaning (genangan) pada jalan raya. Ukuran tekanan udara yang tepat telah diatur oleh fabrikasi mobil yang biasanya informasi ini ditempatkan pada stiker di sisi pintu bagian dalam atau dashboard, sedangkan untuk sepeda motor, dapat dilihat pada petunjuk kendaraan. Informasi yang tertulis merupakan informasi kemampuan ban menerima beban maksimal tekanan udara. Sebaiknya secara teratur tekanan perlu dilakukan pemeriksaan setidak-tidaknya sekali dalam sebulan atau lebih rutin lagi bergantung kondisi ban (bilamana terkena paku atau benda tajam lainnya). Tapak yang baik akan melindungi anda dari tergelincir/slip dan aquaplaning/genangan/banjir.

2. Mengendalikan Kecepatan Berkendaraan

Mengemudikan kendaraan dengan kecepatan rendah (secara perlahan) adalah salah satu pengkondisian supaya kendaraan dapat dikendalikan apabila melewati jalan yang licin (hujan) atau genangan air. Pada saat hujan, limpasan air akan berada di permukaan jalan dan kemungkinan dapat bercampur dengan tanah, kotoran, minyak, ranting, dedaunan, yang dapat menyebabkan jalan menjadi lebih licin dan dapat sampah yang terbawa air juga dapat menghambat  pergerakan roda. Selain itu, pengendalian kecepatan kendaraan secara perlahan membolehkan kita untuk melakukan pengereman secara perlahan (menekan dengan tepat) dan hati-hati (tidak mengerem secara mendadak). Pengereman secara mendadak pada kecepatan tinggi di jalanan yang licin dapat  menyebabkan slip pada roda. Tambah lagi, apabila kendaraan dilengkapi sistem pengereman ABS (anti-lock braking system), rem tidak boleh diinjak berulang-ulang, supaya kemudi (stir) dan rem dapat menyesuaikan dengan keadaan saat tergelincir.

3. Jaga jarak dengan kendaraan di depan

Menjaga jarak yang sesuai (tidak terlalu dekat) dengan kendaraan lain, merupakan langkah yang bijaksana bagi menghindari tabrakan terlebih lagi pada kondisi jalan yang basah dan ada genangan air. Kendaraan sebaiknya memiliki jarak yang cukup untuk pengereman apabila kendaraan yang berada didepannya mengurangi kecepatan atau melakukan pengereman mendadak.

4. Pastikan lampu dalam keadaan yang baik

Apabila hujan yang deras mengguyur, pandangan pengemudi menjadi terbatas. Oleh itu, pengemudi sebaiknya menyalakan lampu sehingga kendaraannya dapat dilihat atau diidentifikasi oleh pengemudi kendaraan yang berada berlawanan arah maupun berada di belakangnya. Untuk itu, peralatan lampu dan indikator dalamkendaraan harus dalam kondisi baik, misalnya kondisi lampu besar, lampu samping, lampu rem dan sistim indicator bekerja baik. Jika hujan lebat, jangan segan menyalakan lampu besar/utama (day time) atau lampu kecil untuk meningkatkan kewaspadaan kendaraan di sekitar kita. Jangan menggunakan lampu hazards! Lampu ini dapat mengganggu pengemudi lain, terutama apabila kendaraan akan berbelok.  Arah mobil menjadi tak bisa ditebak apabila lampu hazards dinyalakan karena sein tak berfungsi. Gunakan lampu hazards dalam kondisi darurat saja!

5. Mengendalikan aquaplaning

Aquaplanning terjadi ketika air yang berada di depan kendaraan mengalir kencang menuju ban sehingga ban akan terangkat dan mengarahkan kendaraan untuk keluar jalur perjalanan kendaraan kita. Hal ini bisa berakibat kendaraan akan mengambang bahkan meluncur dan menyebabkan tergelincir. Untuk itu, langkah yang terbaik, pastikan ban dalam keadaan yang baik dan layak digunakan, , mengurangi kecepatan pada jalanan basah dan menghindari (jika memungkinkan) genangan air. Jika kendaraan terjebak dalam aquaplaning, jangan mnginjak rem mendadak yang dapat berakibat kendaraan tergelincir. Langkah terbaik adalah mengurangi tekanan pada pedal gas, supaya mobil melambat. Jika harus melakukan pengereman, maka pengereman dilakukan dengan gerakan perlahan (tidak mengejut).

6. Periksa Wiper

Hujan menyebabkan pendangan menjadi terbatas, untuk itu, pastikan kondisi wiper dalam keadaan yang baik (tidak aus). Sehingga air yang membasahi kaca depan (pengemudi) dapat segera dibersihkan tanpa meninggalkan bekas air yang memburamkan pengelihatan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: