If any required information, please contact us:
Sri Atmaja P. Rosyidi (Academic Staff), email: atmaja_sri@umy.ac.id
Sumadi (Administration Staff/Laboran)
Laboratorium Teknik Transportasi dan Infrastruktur (Laboratory of Transportation Engineering and Infrastructures), Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Yogyakarta.
Kampus Terpadu UMY
Jl. Lingkar Selatan Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55183, Indonesia
Telepon :![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+62(274) 387656 Fax : +62(274) 387646 Hotline:+62(274) 387649
Maret 6, 2008 at 11:13 pm
assalamualaikum…
saya ingin menanyakan, bagaimana cara untuk mengetahui nilai cbr dari DCP, setelah mendapatkan SPP?
terima kasih…
wassalamualaikum
November 25, 2008 at 10:27 am
Perkenalkan,,nama saya budi,,saya mahasiswa teknik sipil usu angkatan 2003.
Saat ini saya sedang menulis skripsi tentang penggunaan metode recycling dalam rekonstruksi jalan.
Saya mau minta tolong kalau ada referensi yang dapat membantu penulisan skripsi saya tersebut.
Sebelumnya,,terima kasih..
Mei 17, 2009 at 3:54 pm
boleh ikutan gabung disini…?
saya seorang teknisi laboratorium jalan raya yang masih aktif di proyek-proyek jalan ingin berbagi pengalaman dengan para ilmuan di bidang laboratorium jalan raya. semoga temen-temen di sini mau berbagi dengan saya. trim’s
Juli 2, 2009 at 12:28 pm
Bapak/Sdr. A. Ramdan
Kami, selaku Administrator Blog LATEI ini, mengundang Bapak/Sdr. A. Ramdan untuk berbagi pengalaman melalui blog ini. Kami telah memiliki dua program bagu, yaitu Buletin Perkerasan Jalan dan artikel pendek yang dimuat dalam blog ini. Kontribusi pengalaman Bapak/Sdr. A.Ramdan kami yakin bisa menambah pengetahuan mengenai jalan di Indonesia bagi para mahasiswa, akademisi dan praktisi yang membidang masalah ini. Blog ini adalah blog yang didedikasikan untuk pengembangan pengetahuan transportasi di Indonesia.
Agustus 24, 2009 at 8:49 pm
Salam..
Saya mohon maaf baru sempat sekarang berkunjung di blog ini, saat ini saya lagi ada di proyek jalan di daerah Takengon Aceh Utara. dimana di tempat saya susah sekali jaringan telekomunikasi apalagi untuk internet.
Saya selaku orang lapangan mau bertanya kenapa spesifikasi yang terbaru lebih banyak batasannya.. sehingga para Teknisi Lab kurang kreatif dan ga bisa berkembang.. karena banyak material di daerah-daerah tertentu ga dipakai dengan alasan tidak masuk spec. sebagai contoh :
spec. Agg base Class-A harus memiliki min. dua bidang pecah 100% sedangkan nilai CBR min. cuma cbr.90
padahal walaupun 60% kalau benar pengujiannya CBR 90 bisa di capai. adakah alasan lain hingga spec. nya seperti itu ? terima kasih.