<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Catatan dari ITP 2007 &#8211; Bagian 1</title>
	<atom:link href="http://labtransportumy.wordpress.com/2007/11/30/catatan-dari-itp-2007-bagian-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://labtransportumy.wordpress.com/2007/11/30/catatan-dari-itp-2007-bagian-1/</link>
	<description>Department of Civil Engineering, Muhammadiyah University of Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Aug 2009 13:49:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: labtransportumy</title>
		<link>http://labtransportumy.wordpress.com/2007/11/30/catatan-dari-itp-2007-bagian-1/#comment-266</link>
		<dc:creator>labtransportumy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 02:48:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://labtransportumy.wordpress.com/2007/11/30/catatan-dari-itp-2007-bagian-1/#comment-266</guid>
		<description>@ Terima kasih Daning sudah berkunjung ke blog kami. 
Secara teoritik, peristiwa longsor dapat dipelajari dan ditentukan beberapa parameter dan indikator pengukurnya.  Banyak teori longsoran beserta analisis numerik telah disusun, bahkan simulasi dalam FEM juga sudah banyak dilakukan.  Terkait dengan longsoran di bawah lempeng, khususnya daerah subduksi, proses simulasi sangat mungkin dilakukan dan bisa. Hanya saja, untuk pengukuran parameter dan indikator yang terlibat bagi simulasi longsoran (sliding) di daerah subduksi tidak mudah dan kompleks misalnya stressing, fault response, rupture mechanism, deformations dan change of pore pressures. Biasanya, parameter tersebut cukup diasumsikan berdasarkan pendekatan data geologi subpermukaan. Contoh hasil simulasi adalah paper dari Naoyuki Kato yang bisa diperolehi pada Journal of Earth Planets Space, 56, 553–561, 2004. Atau bisa mengakses Harvard Univ., untuk penelitian dari Prof.James R. Rice.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Terima kasih Daning sudah berkunjung ke blog kami.<br />
Secara teoritik, peristiwa longsor dapat dipelajari dan ditentukan beberapa parameter dan indikator pengukurnya.  Banyak teori longsoran beserta analisis numerik telah disusun, bahkan simulasi dalam FEM juga sudah banyak dilakukan.  Terkait dengan longsoran di bawah lempeng, khususnya daerah subduksi, proses simulasi sangat mungkin dilakukan dan bisa. Hanya saja, untuk pengukuran parameter dan indikator yang terlibat bagi simulasi longsoran (sliding) di daerah subduksi tidak mudah dan kompleks misalnya stressing, fault response, rupture mechanism, deformations dan change of pore pressures. Biasanya, parameter tersebut cukup diasumsikan berdasarkan pendekatan data geologi subpermukaan. Contoh hasil simulasi adalah paper dari Naoyuki Kato yang bisa diperolehi pada Journal of Earth Planets Space, 56, 553–561, 2004. Atau bisa mengakses Harvard Univ., untuk penelitian dari Prof.James R. Rice.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: daning</title>
		<link>http://labtransportumy.wordpress.com/2007/11/30/catatan-dari-itp-2007-bagian-1/#comment-261</link>
		<dc:creator>daning</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 06:04:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://labtransportumy.wordpress.com/2007/11/30/catatan-dari-itp-2007-bagian-1/#comment-261</guid>
		<description>mo tanya ....
ada ga ilmu .. teori... yang memplejari ttg terjadinya longsor dibawah plate (lempeng) ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mo tanya &#8230;.<br />
ada ga ilmu .. teori&#8230; yang memplejari ttg terjadinya longsor dibawah plate (lempeng) &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
