Selain, Structural Number (SN), jumlah pembebanan kendaraan yang diwakili oleh jumlah laliu lintas kendaraan merupakan komponen penting dalam perencanaan tebal perkerasan jalan. Konsep reliability untuk perencanaan perkerasan didasarkan pada beberapa ketidaktentuan (uncertainties) dalam proses perencaaan untuk meyakinkan alternatif‐alternatif berbagai perencanaan. Tingkatan reliability ini yang digunakan tergantung pada volume lalu lintas, klasifikasi jalan yang akan direncanakan maupun ekspetasi dari pengguna jalan. Reliability didefinisikan sebagai kemungkinan bahwa tingkat pelayanan dapat tercapai pada tingkatan tertentu dari sisi pandanga para pengguna jalan sepanjang umur yang direncanakan. Hal ini memberikan implikasi bahwa repetisi beban yang direncanakan dapat tercapai hingga mencapai tingkatan pelayanan tertentu. faktor lain yang ikut menentukan adalah faktor lingkungan dan serviceability.
Demikian adalah cuplikan artikel yang dimuat dalam posting ini. Lebih lengkapnya, silahkan download secara bebas pada link di bawah. Artikel ini adalah bagian dari laporan penelitian hibah bersaing yang sedang dikerjakan oleh LATEI. Artikel ini ditulis oleh Siegfried, Ph.D. dan Sri Atmaja P. Rosyidi, Ph.D.cand.
Desember 11, 2007 at 10:16 pm
Saya mahasiswa teknik sipil Universitas Bung Hatta angkatan 2002 ingin membedakan hasil perencanaan perkerasan jalan dengan metode AASHTO dengan metode analisa komponen. Bisa dibantu gak dengan referensi2 yang ada,…..tolong….
Desember 14, 2007 at 10:50 am
Terima kasih atas kunjungannya sdr. Yudi Pratama. Kami akan menyiapkan satu artikel terkait permasalahan tersebut (untuk membedakan perencanaan menggunakan metode AASHTO dan Analisis Komponen). Untuk referensi akan kami kirimkan via email. Pada prinsipnya, saat ini, AASHTO sudah menggunakan perencanaan perkerasan berbasis mekanistik-analitik (AASHTO 2002), sehingga kinerja perkerasan tidak lagi didasarkan anggapan mudah dari suatu sifat bahan, melainkan sudah memasukkan pertimbangan sifat mekanik bahan dan model2 empirik terkait dengan deformasi, kerusakan, sifat pembebanan, dll.
Januari 5, 2008 at 2:00 pm
saya mahasiswa usu ‘02,ingin menanyakan pengaruh kadar air terhadap perkerasan lentur ,berdasarkan aastho 1993
Januari 16, 2008 at 3:01 pm
Terima kasih mas indonk, atas kunjungannya… (Maaf baru reply comment).
Secara umumnya, kadar air akan mempengaruhi nilai kekuatan tanah dasar dan lapisan fondasi pada perkerasan jalan. Pada disain perkerasan AASHTO 93, pengaruh kadar air masuk kepada faktor lingkungan, termasuk juga kejelian kita dalam menilai kondisi fisik jaringan dan sistem drainasi jalan. Meskipun demikian, secara eksplisit tidak dicantumkan dalam parameter disain kadar air dalam persamaan AASHTO 93. AASHTO 93 masih menggunakan parameter SN untuk disain kapasitas perkerasannya.
Kami akan mengusahakan menuliskan posting mengenai topik di atas dan topik “water in pavement”.
Februari 29, 2008 at 9:02 pm
Saya mahasiswa unri angkatan 05. saya mau minta bantuan bapak.. saya lagi mencari referensi dan penjelasan2 tentang asphalt institute method, aashto methode dan calibrated mechanistic design procedur.. saya sangat berharap atas bantuannya pak.. terima kasih banyak sebelumnya..
—-
Admin: Terima kasih Mas Opick atas kunjungannya. Kami akan mempersiapkan satu posting mengenai brief review, list of references, dan kajian komparasi prosedur perencanaan perkerasan tersebut. Mohon ditunggu. Salam.
Maret 8, 2008 at 2:07 pm
assalamualaikum…
saya ingin menanyakan, bagaimana cara untuk mengetahui nilai cbr dari DCP, setelah mendapatkan SPP?
terima kasih…
Maret 19, 2008 at 10:35 am
Assalammualaikum Pak.
Adakah software khusus untuk men desain tebal perkerasan jalan?
Maret 19, 2008 at 1:31 pm
Wa’alaikum salam,
Mas/Pak Jimmy,
Terdapat beberapa software komersial yang bisa digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan jalan, diantaranya SpectraPave2, HIPAVE, PCASE, etc. Untuk metode AASHTO sendiri, beberapa DoT di US seperti WSDOT juga mengeluarkan free software untuk disain perkerasan jalan berdasarkan AASHTO 1993. Anda mungkin bisa mendapatkan software tersebut secara gratis untuk tujuan akademik dari pegawai di WSDOT dengan berkorespondensi langsung dengan mereka.
April 24, 2008 at 11:24 am
Ass..
saya dr mhs POLBAN, saya minta bantu buat referensi2 bwt metode SNI Pt. T-01-2002-B. dan contoh perhitungan tebal perkerasan bwt metode tersebut yang perhitungan dari data volume lalulintas sampai mendapatkan tebal perkerasaan..
makacaih…….
Mei 1, 2008 at 8:01 pm
Assalammualaikum Pak
bagaimana cara penentuan koefisien kekuatan relatif(a) dan koefisien drainase (m) untuk perencanaan AASHTO’93…
karena material yang digunakannya material baru yang menggunakan stabilsasi semen dan stabilisasi aspal…
terima kasih
Mei 6, 2008 at 6:55 pm
Mas, ini opick mahasiswa unri itu… udah ada belum mas mengenai posting yang mas bilang itu ??
sekali lagi maksih ya mas.
Mei 7, 2008 at 11:19 am
Salam,
Terima kasih mas Opick sudah mengingatkan … kami sedang dalam tahap penyusunan buletin yang akan di attach dalam blog ini dan salah satu materi dalam buletin tersebut adalah posting mengenai perbandingan perencanaan tebal perkerasan antara Asphalt Institute, AASHTO dan metode mekanistik, InsyaAllah dalam bulan ini akan kami postingkan.
Untuk mas Hari dari POLBAN, kami akan coba hubungi kolega kami di Puslitbang Jalan dan Jembatan Bandung untuk membantu menyiapkan referensi dan materi terkait dengan kode SNI tersebut.
Juni 13, 2008 at 12:01 pm
Saya mahasiswa Politeknik Negeri Medan..
mau minta tolong neh mas..
bisa ga saya minta contoh perhitungan tebal lapis perkerasan dengan metode AASHTO?
saya sngat mengharapkan bantuannya mas..
terima kasih
Juni 28, 2008 at 5:13 pm
Assalamualaikum,
saya mahasiswa unpar, saat ini sedang mengerjakan skripsi mengenai desain perkerasan lentur metode AASHTO 1993, untuk teknis penggunaannya saya sudah cukup mengerti.
namun saya belum bisa mengkorelasikan optimasi tebal perkerasan dengan harga material lapis perkerasan dengan menggunakan persamaan atau metode optimasi.
Bila ada yang lebih mengerti mengenai riset operasi khususnya optimasi/minimasi, mohon bntuannya terutama pada pemodelan matematisnya…
thanx
wasalam
September 11, 2008 at 2:49 pm
ass. pak….
sy mhsiswi ums, skrg sy bru ngerjain TA ttg perencanaan tebal perkerasan lentur. sy blum pnya contonan referensi/laporannya, mohon bantuannya dmn sy bs mendptknya.
mohon bantuannya cz ini sy mau ngejar deadline
trima ksh bantuannya……………………………………….
September 21, 2008 at 2:21 pm
Assalamualaikum,
Saya mahasiswa Universitas Brawijaya, sedang membutuhkan referensi skripsi mengenai :
PELAPISAN ULANG (OVERLAY) DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN AASHTO, DAN RDS (ROAD DESIGN SYSTEMS)
mohon bantuannya dimana saya bisa mendapatkan referensi tersebut..tolong dengan sangat coz saya mengejar deadline…
Terima Kasih..
Hormar Saya,
aza86
Oktober 20, 2008 at 5:28 pm
saya in….lagi butuh banget referensi perbedaan perkerasan lentur metode aashto 1986 dan aashto 1993. apa aja d tentang itu, bisa ga sent ke : jainnonie@yahoo.com
Oktober 27, 2008 at 2:43 pm
Salam kenal Pak. Saya mahasiswa Unsyiah, Aceh.Saya mau bertanya, metode terupdate perencanaan tebal perkerasan lentur jalan baru apa ya? Terima kasih banyak Pak.
November 19, 2008 at 10:03 am
sama mahasiswa its surabaya sebentar lagi akan melakukan TA , mohon bantuan bapak untuk mencari bahan TA saya tentang metode komponen 78 vs AASHTO 87 sebagai perbandingan u/ perhitungan tebal lapis atas. thxs
Januari 13, 2009 at 3:39 pm
saya mahasiswa gunadarma jurusan teknik sipil, mohon bantuannya, untuk perencanaan overlay dengan metode lendutan, tks
Januari 31, 2009 at 2:05 pm
assalamu’alaikum….
saya mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe,,
mau tanya ni mas..
mengenai penjelasan perencanaan tebal perkerasan dgn metode lendutan,,
apa saja bedanya dengan Metode analisa komponen…..
terima kasih banyak-banyak sebelumnya mas…
Maret 1, 2009 at 11:35 am
sy mahasiswa di bandung sedang melakukan tugas akir mengenai perbedaan perencanaan jalan dengan metode AASHTO dengan metode RDS bisa minta referensinya